toko bangunan anda semarang

Bangunan Bersejarah Di Semarang Bangunan Bersejarah Di Semarang

bangunanbersejarah.com Provinsi Jawa Tengah memang dipenuhi berbagai macam kota yang menarik perhatian. Salah satunya Semarang. Kota ini punya banyak bangunan bersejarah yang akan mengantarkan Anda kembali menuju ke masa kolonial dulu. Suasana kotanya yang lengang dan gedung-gedung tua yang menjulang menjadikan Semarang sebagai tempat yang tepat untuk menghabiskan liburan.

Berikut ada 4 bangunan yang tidak boleh terlewatkan kalau main ke sini, simak ya! Jangan mengaku pernah ke Semarang kalau belum mengunjungi Lawang Sewu. Bangunan megah yang berdiri di Kompleks Tugu Muda ini menyimpan banyak cerita historis. Dulu Lawang Sewu adalah tempat berlangsungnya Pertempuran Lima Hari yang terjadi di tahun 1945. Banyak warga Semarang menganggap bangunan ini punya nilai magis. Interiornya yang punya banyak jendela seolah mengundang turis untuk datang mengunjunginya. Beralih ke kawasan Kota Lama, Anda akan melihat sebuah gereja dengan arsitektur neo gotic yang mengundang perhatian. Namanya Gereja Blenduk. Meskipun ini tempat beribadah, Anda juga boleh mengunjunginya untuk melihat betapa keren bangunan yang satu ini. Gereja Blenduk dibangun pada tahun 1753. Dulu bentuknya belum seperti saat ini melainkan rumah panggung Jawa biasa. Di tahun 1894, Gereja Blenduk dipugar dan jadilah seperti yang sekarang Anda saksikan. Bentuk atapnya yang mirip kubah masjid membuat mata ingin tahu bagaimana interior di dalamnya.

Pada umumnya mampu mendukun beban atap sampai dengan 10 m. Sebagai pendukung atap, dengan sistem frame work atau lengkung dapar mendukung beban atap sampai beban atap sampai dengan bentang 75 m, seperti pada hanggar pesawat, stadion olahraga, bangunan pabrik, dan lain-lain. Dapat digunakan pada atap dengan bentang sekitar 10 hingga 12 m. Pada dasarnya konstruksi kuda-kuda terdiri dari rangkaian batang yang selalu membentuk segitiga. Kuda-kuda diletakkan di atas dua tembok selaku tumpuannya. Perlu diperhatikan bahwa tembok diusahakan tidak menerima gaya horizontal maupun momen, karena tembok hanya mampu menerima beban vertikal saja. Kuda-kuda diperhitungkan mampu mendukung beban-beban atap dalam satu luasan atap tertentu. Beban-beban yang dihitung adalah beban mati (yaitu berat penutup atap, reng, usuk, gording, kuda-kuda) dan beban hidup (angin, air hujan, orang pada saat memasang/memperbaiki atap). Digunakan pada bangunan rumah bentang sekitar 3 sampai dengan 4 meter, bahannya dari kayu, atau beton bertulang. Untuk bentang sekitar 4 sampai dengan 8 meter, bahan dari kayu atau beton bertulang. Untuk bentang 9 sampai dengan 16 meter, bahan dari baj (double angle). Bentang maksimal sekitar 20 meter, bahan dari baja (double angle) dan kuda-kuda atap sebagai loteng, bahan dari kayu.

Kuda-kuda sistem knock down merupakan terobosan baru untuk mendirikan rumah instan. Bentuk kuda-kuda sangat sederhana dan terbuat dari papan. Tipe kuda-kuda tersebut diperkenalkan dalam rangka pendirian rumah untuk korban bencana alam yang terjadi di aceh tanggal 26 desember 2004 dan dikenal dengan rumah tipe RI-A. Beban mati merupakan berat sendiri bangunan yang senantiasa bekerja sepanjang waktu selama bangunan tersebut ada atau sepanjang umur bangunan. Pada perhitungan berat sendiri ini, seorang analisis struktur tidak mungkin dapat menghitung secara tepat seluruh elemen yang ada dalam konstruksi, seperti berat plafond, pipa-pipa ducting, dan lain-lain. Beban hidup adalah berat dari penghuni dan atau barang-barang yang dapat berpindah, yang bukan merupakan bagian dari bangunan. Beban gravitasi pada bangunan yang berupa beban mati dan beban hidup ini akan diterima oleh lantai dan atap bangunan, kemudian didistribusikan ke balok anak dan balok induk. Setelah itu akan diteruskan ke kolom dan ke pondasi. Bentuk pendistribusian beban dari plat terhadap balok dalam bentuk trapesium maupun segitiga dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar : Distribusi Beban Pada Balok. Beban gempa adalah besarnya getaran yang terjadi di dalam struktur rangka bangunan akibat adanya pergerakan tanah oleh gempa. ·

Analisis ini adalah suatu cara analisa struktur, dimana pengaruh gempa pada struktur dianggap sebagai beban statik horizontal untuk menirukan pengaruh gempa yang sesungguhnya akibat gerakan tanah. Metode ini digunakan untuk bangunan struktur yang beraturan dengan ketinggian tidak lebih dari 40 m. · Analisis Dinamik (Dynamic Analysis). · Metode ini digunakan untuk bangunan dengan struktur yang tidak beraturan. Analisa Ragam Spektrum Respons adalah Suatu cara analisa dinamik struktur, dimana suatu model dari matematik struktur diberlakukan suatu spektrum respons gempa rencana, dan berdasarkan itu ditentukan respons struktur terhadap gempa rencana tersebut. Analisa Respons Riwayat Waktu adalah suatu cara analisa dinamik struktur, dimana suatu model matematik dari struktur dikenakan riwayat waktu dari gempa-gempa hasil pencatatan atau gempa-gempa tiruan terhadap riwayat waktu dari respons struktur ditentukan. Beban angin adalah beban yang bekerja pada bangunan atau bagiannya karena adanya selisih tekanan udara (hembusan angin kencang). Beban akibat temperatur ini perlu diperhitungkan jika letak bangunannya berada di daerah yang perbedaan temperaturnya sangat tinggi. Beban konstruksi ini timbul pada saat pelaksanaan pembangunan fisik gedung. 2. Struktur atas ini terdiri atas kolom, pelat/lantai, balok,dinding geser dan tangga, yang masing-masing mempunyai peran yang sangat penting. § Dalam pembuatan suatu gedung, selain memperhatikan faktor struktur bagian bawah, juga harus memperhatikan struktur gedung bagian bawah. § Suatu bangunan gedung beton bertulang yang berlantai banyak sangat rawan terhadap keruntuhan jika tidak direncanakan dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan suatu perencanaan struktur yang tepat dan teliti agar dapat memenuhi kriteria kekuatan (strenght), kenyamanan (serviceability), keselamatan (safety), dan umur rencana bangunan (durability). A.G Tamrin.2008. Teknik Konstruksi Bangunan Gedung jilid 2 untuk SMK.

Baca Juga :Bangunan Menyeramkan Dari Kota Batam

5. Penetapan tarif sewa tanah dilakukan oleh Pemerintah untuk menjamin keterjangkauan harga jual sarusun umum bagi Masyarakat berpenghasilan Rendah (MBR). 1. Dalam hal tanah bersamanya adalah menyewa tanah BMN atau tanah wakaf, maka tidak diterbitkan SHM Sarusun, karena sistem kepemilikan SHM mengandung kepemilikan bersama terhadap tanahnya, yaitu terkandung dalam besarnya Nilai Perbandingan Proporsional (NPP), untuk itu diterbitkan SKBG, didalam SKBG tidak terkandung pemilikan atas tanah, karena tanahnya tetap menjadi tanah wakaf atau tanah BMN pemilik SKBG hanya menyewa. Hal tersebut tetap menjamin sahnya tanah bersama , namun tidak dimiliki tetapi disewa,dimana perbuatan hukum sewa menyewa tersebut dicata dalam buku tanah dan sertipikat tanah BMN/BMD atau tanah wakaf. Sebagaimana diuraikan diatas , bahwa pasal 5 UUPA melandasi hukum tanah nasional kita berdasarkan hukum adat, yang didalamnya mengatur azas pemisahan horizontal, dimana pemilik tanah tidak serta merta menjadi pemilik bangunan, artinya boleh seseorangan atau badan hukum mendirikan bangunan diatas tanah yang bukan miliknya atau tanah orang lain, berdasarkan kesepakatan/ perjanjian dengan pemilik tanah. Nah UU Rusun mengatur hal tersebut dimana rumah susun itu didirikan diatas tanah BMN/BMD atau tanah wakaf, dengan perjanjian sewa menyewa.