profil masjid agung

Masjid Tertua Bersejarah di Palembang – Indonesia banyak sekali bangunan tua yang masih kokoh, bahkan bukan hanya bangunan saja, tapi terdapat beberapa masjid yang sudah berumur tua di Palembang. Berikut ini adalah daftar masjid tertua yang ada di Palembang yang bisa kamu kunjungi

Masjid Sultan Agung

Dibangun pada 1950, Masjid Sultan Agung dikenal sebagai masjid tertua kelima di Palembang. Masjid yang berdiri di lahan seluas kurang lebih 1.500 meter persegi ini dibangun oleh sesepuh Ki Abunawar dan warga setempat dengan menggunakan dana swadaya.

Di area masjid terdapat makam dari Sultan Agung Komarudin Sri Teruno, yakni sultan Palembang yang sempat menjabat pada tahun 1714 – 1724 M. Kondisi makamnya pun cukup rapi dan bersih karena pengurus rutin melakukan perawatan. Pasalnya, pengunjung masjid cukup banyak baik dari kalangan warga Palembang, maupun wisatawan luar daerah dan luar negeri.

Masjid Tertua Bersejarah di Palembang

Masjid Suro

Di Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, kamu bisa menemukan masjid tertua di Palembang lainnya yaitu Masjid Suro atau yang kini dikenal dengan nama Masjid Besar Al-Mahmudiyah. Meski usianya sudah lebih dari satu abad, Masjid Suro masih memiliki bangunan yang kokoh.

Masjid ini pertama kali didirikan pada 1889 M oleh KH Abdurrahman Delamat dan baru selesai pada 1891 M. Selain untuk melaksanakan ibadah, saat itu Masjid Suro juga digunakan sebagai lembaga pendidikan karena masyarakat memiliki minat yang cukup besar untuk mendalami agama. Melihat hal tersebut, penjajah Belanda pun khawatir jika kegiatan keagamaan berkembang menjadi upaya perlawanan.

Akhirnya, pemerintah belanda menghentikan aktivitas tersebut. Meski begitu, Kiai Delamat tetap bersikukuh menyampaikan dakwahnya untuk masyarakat setempat. Hal tersebut membuat Kiai Delamat diperintahkan untuk meninggalkan Kota Palembang karena dianggap membahayakan pemerintah belanda.

Baca Juga : Bangunan Penuh Sejarah di Palembang

Masjid Lawang Kidul

Masjid di Palembang selanjutnya yang memegang peran penting dalam perkembangan Islam di Indonesia adalah Masjid Lawang Kidul. Pada masa Kesultanan Palembang Darussalam, masjid yang terletak di Lawang Kidul, Ilir Timur III ini menjadi pintu selatan berkembangnya agama Islam. Bahkan, Masjid Lawang Kidul juga dijadikan sebagai markas para pejuang setempat saat menghadapi Belanda.

Masyarakat setempat juga menganggap Masjid Lawang Kidul sebagai kebanggaan tersendiri karena bangunan masjid yang sebagian besar masih terjaga keasliannya. Jika datang ke sini, kamu bahkan bisa melihat satu unit mimbar yang masih kokoh seperti kondisi saat pertama berdiri pada 1890. Mimbar ini terbuat dari kayu dengan aksen desain bunga yang kental dengan budaya Melayu.

Setidaknya ada beberapa hal yang membuat Masjid Lawang Kidul begitu spesial dan mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat setempat. Salah satunya, menara masjid berupa tiga undakan dan atapnya yang melebar dengan desain arsitektur khas Tiongkok. Setidaknya, 99% bagiannya belum ada yang diganti. Hanya saja, pernah dilakukan penambahan keramik di bagian utama lantai