bangunan kuno di indonesia

5-Bangunan-Yang-Sudah-Tua-dan-Bersejarah-di-Indonesia 5-Bangunan-Yang-Sudah-Tua-dan-Bersejarah-di-Indonesia

bangunanbersejarah – Selain kaya akan sumber daya alam, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki banyak sejarah, mulai dari sejarah budaya, kuliner, tempat, dan arsitektur bangunan.

Nah, berkaitan dengan bangunan bersejarah yang ada di Indonesia, berikut ini beberapa di antaranya:

1. Istana Maimun

Istana-Maimun

Ini adalah salah satu bangunan tua dan bersejarah yang ada di kota Medan, Sumatera Utara. Letaknya di kawasan Jalan Brigjend Katamso, Sukaraja dan dibangun sekitar tahun 1888. Bangunan Kerajaan Melayu ini merupakan warisan dari Sultan Deli Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah.

Bangunan bersejarah ini identik dengan warna kuning. Di bagian depan balairung istana, ada sebuah prasasti bertuliskan huruf Latin, berbahasa Belanda. Atap istana ini seperti gaya bangunan Persia.

2. Batavia Cafe

Batavia Cafe dibangun sejak tahun 1805. Awalnya, tempat ini dijadikan sebagai kantor administrasi pada masa pemerintahan VOC Belanda. Hingga sekarang, bangunan ini masih berdiri kokoh di kawasan Wisata Kota Tua Jakarta, tepatnya di depan Museum Fatahillah.

Baca Juga : Bangunan Bersejarah Di Inggris

3. Benteng Vredeburg

Benteng-Vredeburg

Bangunan tua bersejarah berikutnya ada di Yogyakarta yaitu Benteng Vredeburg yang berdiri dari zaman penjajahan Belanda. Lokasi benteng ini pun di kawasan titik nol kilometer Yogyakarta atau kawasan Malioboro. Konon katanya, tempat ini dulunya sebagai tempat untuk menyiksa para pejuang ketika zaman penjajahan Belanda.

4. Benteng Rotterdam

Benteng-Rottderdam

Namanya pasti sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Makassar. Ya, benteng tua ini terletak di Sulawesi Selatan, Makassar dan dibangun oleh warga lokal. Benteng ini sempat menjadi perebutan ketika Kerajaan Gowa-Tallo berperang. Kini, Benteng Rotterdam dikelola oleh pemerintah setempat dan dijadikan situs bersejarah untuk publik.

5. Lawang Sewu

Bangunan ini terletak di kawasan Simpang Lima, kota Semarang. Diberi nama Lawang Sewu yang artinya seribu pintu. Namun, bukan berarti ada 1.000 pintu di bangunan ini, melainkan karena dulu bangunan ini dikenal dengan jumlah pintunya yang banyak.

Sebelum menjadi salah satu gedung yang dilindungi oleh Pemerintah Kota Semarang, Lawang Sewu adalah kantor perusahaan kereta api Belanda, NV Nederlandsch Indische Spoorweg Mastshappij (NIS). Bangunan ini dirancang oleh arsitek Prof. Jacob K. Klinkhamer dan B.J.Oudang.