Bangunan Bersejarah Indonesia

Bangunan Bersejarah yang Ada di Bandung – Seperti yang kita semua ketahui bahwa kota Bandung memiliki banyak sekali sejarah yang dapat kita pelajari, salah satu bentuk sejarahnya adalah banyaknya bangunan-bangunan yang memiliki nilai sejarah di dalamnya. Sejarah perjuangan kemerdekaan di Indonesia, tidak terlepas dari sejarah Kota Bandung. Banyak persitiwa bersejarah yang terjadi di Bandung seperti Peristiwa Bandung Lautan Api.

Akhirnya kota ini memiliki banyak bangunan bersejarah di Bandung. Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai bangunan bersejarah di Bandung, yaitu:

Bangunan Bersejarah yang Ada di Bandung

Gedung Sate
Gedung Sate memiliki ciri khas berupa ornamen tusuk sate pada menara sentralnya. Sejarah berdirinya Gedung Sate atau sejarah Gedung Sate menunjukkan bahwa gedung ini mulai dibangun tahun 1920 dan hingga saat ini masih berdiri kokoh. Gedung Sate berfungsi sebagai gedung pusat Pemerintahan Jawa Barat.

Gedung Sate pada masa Pemerintahan Hindia Belanda disebut sebagai Gouvernements Bedrijven (GB). Peletakkan batu pertama dilakukan oleh Johanna Catherina Cops yang merupakan putri sulung Walikota Bandung. Gedung Sate awalnya diperuntukkan bagi Departemen Lalu Lintas dan Pekerjaan Umum. Bahkan sempat menjadi pusat Pemerintahan Hindia Belanda setelah Batavia dianggap sudah tidak memenuhi syarat sebagai pusat pemerintahan karena perkembangannya, sehingga digunakan oleh Jawatan Pekerjaan Umum.

Museum Mandala Wangsit Siliwangi
Bangunan Bersejarah di Bandung selanjutnya Museum Mandala Wangsit Siliwangi yang dibangun pada masa penjajahan Belanda antara tahun 1910-1915. Bangunan ini memiliki gaya arsitektur Romantisisme dan digunakan sebagai tempat tinggal pawa perwira Belanda. Selanjutnya bangunan ini digunakan markas untuk bersembunyi dari pihak Jepang saat Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942. Bangunan ini kemudian diambil alih oleh Pasukan Siliwangi dan digunakan sebagai markas Divisi Siliwangi (Akademi Militer Bandung) setelah kemerdekaan, yaitu pada tahun 1949-1950.

Baca Juga  : Masjid Tertua Bersejarah di Palembang

Monumen Bandung Lautan Api
Monumen Bandung Lautan Api dibangun untuk mengenang Peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada tanggal 23 Maret 1946. Peristiwa ini berawal dari ultimatum tentara sekutu agar Tentara Republik Indonesia (TRI sekarang TNI) meninggalkan kota Bandung. Selain itu, mereka juga menginginkan agar semua warga Bandung di luar TNI dan BKR menyerahkan senjata. Warga Bandung menganggap hal ini sebagai tindakan menyerah tanpa syarat.

A.H. Nasution, Komandan Divisi III Siliwangi, mengobarkan semangat perjuangan dengan membumihanguskan Bandung Selatan. Seluruh warga Bandung Selatan pun ikut membakar wilayah mereka dan berbondong-bondong meninggalkan Bandung. Proses pembakaran ini disertai dengan pertempuran yang cukup dahsyat, terutama di daerah Dayeuhkolot. Pada peristiwa ini, dua pejuang tewas saat meledakkan gudang amunisi, yaitu Moh. Toha dan Moh. Ramdan. Nama keduanya diabadikan sebagai nama jalan disekitaran Tegal Lega, Bandung.

Gedung Merdeka
Gedung Merdeka berada di Jalan Asia Afrika No. 65, Kota Bandung. Gedung ini dulunya adalah sebuah toko yang dimiliki warga keturunan Tionghoa. Toko tersebut dijadikan tempat berkumpul orang-orang Belanda di Bandung yang menjadi anggota Societeit Concordia pada tahun 1879. Toko ini pun dibeli dan diperluas bangunannya pada tahun 1895. Bangunan ini direnovasi secara besar-besaran pada tahun 1921 oleh arsitek Van Gallen Las dan C.P. Wolff Schoemaker dengan menggunakan gaya art deco.

Masjid Tertua Bersejarah di Palembang – Indonesia banyak sekali bangunan tua yang masih kokoh, bahkan bukan hanya bangunan saja, tapi terdapat beberapa masjid yang sudah berumur tua di Palembang. Berikut ini adalah daftar masjid tertua yang ada di Palembang yang bisa kamu kunjungi

Masjid Sultan Agung

Dibangun pada 1950, Masjid Sultan Agung dikenal sebagai masjid tertua kelima di Palembang. Masjid yang berdiri di lahan seluas kurang lebih 1.500 meter persegi ini dibangun oleh sesepuh Ki Abunawar dan warga setempat dengan menggunakan dana swadaya.

Di area masjid terdapat makam dari Sultan Agung Komarudin Sri Teruno, yakni sultan Palembang yang sempat menjabat pada tahun 1714 – 1724 M. Kondisi makamnya pun cukup rapi dan bersih karena pengurus rutin melakukan perawatan. Pasalnya, pengunjung masjid cukup banyak baik dari kalangan warga Palembang, maupun wisatawan luar daerah dan luar negeri.

Masjid Tertua Bersejarah di Palembang

Masjid Suro

Di Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, kamu bisa menemukan masjid tertua di Palembang lainnya yaitu Masjid Suro atau yang kini dikenal dengan nama Masjid Besar Al-Mahmudiyah. Meski usianya sudah lebih dari satu abad, Masjid Suro masih memiliki bangunan yang kokoh.

Masjid ini pertama kali didirikan pada 1889 M oleh KH Abdurrahman Delamat dan baru selesai pada 1891 M. Selain untuk melaksanakan ibadah, saat itu Masjid Suro juga digunakan sebagai lembaga pendidikan karena masyarakat memiliki minat yang cukup besar untuk mendalami agama. Melihat hal tersebut, penjajah Belanda pun khawatir jika kegiatan keagamaan berkembang menjadi upaya perlawanan.

Akhirnya, pemerintah belanda menghentikan aktivitas tersebut. Meski begitu, Kiai Delamat tetap bersikukuh menyampaikan dakwahnya untuk masyarakat setempat. Hal tersebut membuat Kiai Delamat diperintahkan untuk meninggalkan Kota Palembang karena dianggap membahayakan pemerintah belanda.

Baca Juga : Bangunan Penuh Sejarah di Palembang

Masjid Lawang Kidul

Masjid di Palembang selanjutnya yang memegang peran penting dalam perkembangan Islam di Indonesia adalah Masjid Lawang Kidul. Pada masa Kesultanan Palembang Darussalam, masjid yang terletak di Lawang Kidul, Ilir Timur III ini menjadi pintu selatan berkembangnya agama Islam. Bahkan, Masjid Lawang Kidul juga dijadikan sebagai markas para pejuang setempat saat menghadapi Belanda.

Masyarakat setempat juga menganggap Masjid Lawang Kidul sebagai kebanggaan tersendiri karena bangunan masjid yang sebagian besar masih terjaga keasliannya. Jika datang ke sini, kamu bahkan bisa melihat satu unit mimbar yang masih kokoh seperti kondisi saat pertama berdiri pada 1890. Mimbar ini terbuat dari kayu dengan aksen desain bunga yang kental dengan budaya Melayu.

Setidaknya ada beberapa hal yang membuat Masjid Lawang Kidul begitu spesial dan mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat setempat. Salah satunya, menara masjid berupa tiga undakan dan atapnya yang melebar dengan desain arsitektur khas Tiongkok. Setidaknya, 99% bagiannya belum ada yang diganti. Hanya saja, pernah dilakukan penambahan keramik di bagian utama lantai

Bangunan Penuh Sejarah di Palembang – Palembang merupakan salah satu kota yang terkenal di Indonesia. Palembang memiliki banyak cerita bahkan sejarah yang sudah terbilang cukup lama. Berikut ini kita akan membahas tentang bangunan apa saja yang ada di Palembang ya

1. Jembatan Ampera yang populer di Indonesia

Ingat Palembang, pasti ingat dengan Jembatan Ampera. Ikon Kota Palembang yang membentang di atas Sungai Musi, sungai paling terkenal di Provinsi Sumatera Selatan. Menurut masyarakat di Palembang, apabila berkunjung ke Kota Palembang namun tidak mengunjungi Jembatan Ampera dan Sungai Musi, artinya belum datang ke Palembang.

Ingin mencoba sensasi makan dan belanja di atas perahu? Sungai Musi tempatnya! Di Sungai Musi, terdapat rumah makan terapung, pasar terapung, hingga pom bensin terapung. Pengunjung bisa menikmati hidangan makanan khas Palembang di atas perahu kayu, dan berkomunikasi dengan penjual dari atas perahu. Tentu akan menjadi pengalaman yang baru dan menyenangkan!

Bangunan Penuh Sejarah di Palembang

2. Pulau Kemaro, spot romantis di Kota Palembang

Pulau Kemarau, atau dikenal dengan sebutan Pulau Kemaro, merupakan salah satu destinasi yang mengundang perhatian turis domestik maupun internasional. Pulau yang berdiri bangunan klenteng dan pagoda yang cukup tinggi, menjadikan Pulau Kemaro sebagai tempat peribadatan etnis Tionghoa terbesar, terutama saat perayaan Cap Go Meh di Palembang, Sumatera Selatan.Akses menuju ke Pulau Kemaro, tidaklah sulit. Lokasinya tidak begitu jauh dengan Jembatan Ampera. Dari Jembatan Ampera menuju Pulau Kemaro dapat ditempuh dalam waktu satu jam menggunakan perahu. Kamu bisa menyewa perahu di dermaga yang berlokasi di bawah Jembatan Ampera.

Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan rumah-rumah terapung dan kehidupan masyarakat di Palembang yang berada di sekitar sungai. Sesampainya di Pulau Kemaro, pengunjung akan langsung disuguhkan dengan sebuah bangunan klenteng yang merupakan bangunan khas di Pulau Kemaro.

Baca Juga : Bangunan Bersejarah dengan Arsitektur yang Menawan

3. Masjid Kiai Marogan Palembang yang menyimpan sejarah zaman Jepang dan Belanda

Berdiri sejak tahun 1870, semasa penjajahan Belanda, membuat masjid ini menyimpan banyak sejarah zaman Jepang dan Belanda. Nama masjid ini diambil dari nama ulama besar di Kota Palembang, yaitu Masagus Abdul Hamid bin Mahmud. Atau dikenal dengan julukan Ki Merogan.

Uniknya, masjid ini berlokasi di tepian Sungai Musi, yang banyak dikelilingi oleh pemukiman masyarakat Kota Palembang, PT. Kereta Api Indonesia, dan PT. Batu Bara. Ki Merogan dimakamkan di sekitar masjid ini, jadi banyak dikunjungi dengan tujuan silaturahmi dan berkunjung ke Makam Masagus Abdul Hamid.

Pengunjung dari berbagai daerah kerap datang ke masjid ini untuk ibadah pada hari Jum’at bagi umat muslim, dan Masjid Kiai Marogan ini cocok bagi kamu yang juga ingin melakukan wisata religi.

4. Benteng Kuto Besak yang unik dan kokoh

Berdiri sejak tahun 1780, pembangunan Benteng Kuto Besak ini menggunakan material yang tidak biasa. Selain menggunakan batu bata dan batu kapur, bangunan ini dibuat menggunakan putih telur sebagai perekat. Benteng Kuto Besak termasuk ke dalam bangunan keraton di Kota Palembang. Berumur lebih dari 2 abad, bangunan ini sudah diresmikan sebagai tempat wisata Kota Palembang.

Benteng Kuto Besak berdiri kokoh setinggi 9,9 meter dengan Panjang 188,75 meter dan lebar 183,75 meter. Ketebalan banteng ini mencapai 1,99 meter, membuat banteng ini sulit ditembus oleh serangan musuh pada masanya.

Benteng Kuto Besak lokasinya dekat dengan beberapa tempat wisata di Palembang, diantaranya Masjid Agung Palembang, Museum Sultan Mahmud Badarudin II, Monumen Perjuangan Rakyat, dan Jembatan Ampera. Jadi, kamu bisa mengunjungi banyak destinasi jika berwisata ke Kota Palembang.

bangunan bangunan

7 Tempat Wisata Ini Punya Sejarah Memilukan yang Jarang Diketahui – Di balik keindahannya, ada sejumlah tempat wisata yang menyimpan misteri dan sejarah yang begitu memilukan. Biasanya tempat wisata memang menjadi tempat yang menyenangkan dan penuh dengan kegembiraan. Dipercaya pula dapat menghilangkan rasa penat.

Tidak banyak yang sadar dengan sejarah di balik pembangunan tempat tersebut sebelum akhirnya menjadi destinasi wisata. Nah berikut beberapa tempat wisata yang ternyata pernah menjadi saksi bisu peristiwa pembantaian.

1. Gua Jomblang, Yogyakarta

Gua Jomblang merupakan salah satu gua vertikal yang cukup terkenal di kalangan traveler. Lokasinya berada di Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Gua ini menyuguhkan keindahan sinar matahari yang biasa disebut ‘cahaya surga’.

Namun di balik keindahannya, Gua Jomblang ternyata pernah menjadi saksi bisu peristiwa pembantaian massal, yakni pembantaian ratusan orang yang dituduh terlibat Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Orang-orang tersebut dibariskan di pinggir mulut gua dengan tangan terikat satu sama lain. Ketika satu orang ditembak, maka seluruhnya akan ikut terjatuh ke dasar gua dan tewas mengenaskan.

2. Museum Fatahillah, Jakarta

Siapa yang tak kenal Museum Fatahillah? Museum yang terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, ini kerap menjadi tempat nongkrong kaum milennialls hingga tempat piknik asyik untuk keluarga.

Namun sebelum menjadi destinasi wisata, Museum Fatahillah dulunya sempat menjadi penjara dan tempat eksekusi. Sekitar tahun 1740, Gubernur Hindia Belanda Adriaan Valckenier pernah memerintahkan ribuan orang Tionghoa berbaris di depan Museum Fatahillah.

Mereka kemudian dieksekusi secara sadis oleh para algojo yang telah disiapkan. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Geger Pecinan.

3. Pulau Nusa Barung, Jember, Jawa Barat

Pulau Nusa Barung terletak di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pulau ini terkenal sangat indah dan masih alami. Pasirnya putih bersih, dikelilingi hutan hijau, dan air lautnya berwarna biru kehijauan.

Namun di balik keindahannya, Nusa Barung ternyata punya sejarah yang cukup memilukan. Dulunya wilayah ini masuk dalam kekuasaan Kerajaan Blambangan.

Sekitar tahun 1777, terjadi peperangan antara Kerajaan Blambangan dengan Pemerintahan Belanda yang menewaskan banyak orang di sini. Sejak itu, Pulau Nusa Barung terlarang bagi penduduk sekitar. Pada tahun 1920, pulau ini resmi dijadikan cagar alam.

4. Hutan Jati Petak 45F, Kendal, Jawa Tengah

Hutan Jati Petak 45F terletak di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Masyarakat sekitar percaya hutan ini merupakan tempat yang angker.

Pasalnya, pada 1965, kawasan hutan ini menjadi lokasi pembantaian para terduga simpatisan PKI. Konon, para pengikut PKI tersebut dipaksa menggali lubang untuk makamnya sendiri, sebelum akhirnya ditembaki dengan menggunakan senjata.

Baca Juga : Daftar Bangunan dengan Konstruksi Terlama

5. Gua Jepang, Bandung

Bandung juga punya lokasi wisata yang ternyata memiliki sejarah kelam, salah satunya adalah Gua Jepang. Gua Jepang terletak di Taman Hutan Ir. Juanda, Dago Atas, Bandung. Dibangun pada 1942, suasana yang sangat gelap dan lembab akan menyambut siapa saja yang masuk ke gua ini.

Dulunya, lorong-lorong gua ini menjadi saksi bisu tewasnya ratusan romusha atau pekerja paksa. Mereka tewas dalam proses membangun gua pertahanan ini selama tiga tahun dan terbunuhnya ratusan prajurit Jepang yang dibantai sekutu akhir tahun 1945.

6. Lawang Sewu, Semarang

Siapa yang tak kenal Lawang Sewu? Gedung megah nan indah yang berwarna putih ini merupakan salah satu ikon Kota Semarang.

Lawang Sewu dibangun pada 1904. Dulunya gedung ini digunakan sebagai kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS.

Pada masa penjajahan Jepang, gedung ini sempat disulap menjadi penjara bawah tanah yang digunakan untuk menyiksa para penduduk pribumi. Selain itu, Lawang Sewu juga pernah menjadi tempat pertempuran antara Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) melawan Jepang.

Para pemuda yang meninggal itu kemudian dimakamkan di halaman Lawang Sewu. Namun pada 1975, jenazah para pemuda ini dipindahkan di makam pahlawan. Untuk memperingati gugurnya pemuda-pemuda ini, dibangunlah Tugu Muda di depan Lawang Sewu.

7. Pulau Kumala, Tenggarong

Pulau Kumala yang terletak di Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kini menjadi tempat yang Instagramable dan ramai dikunjungi wisatawan. Pulau yang memiliki luas wilayah 76 hektare ini memiliki banyak spot yang memanjakan para wisatawan untuk ber-selfie ria.

Namun, sebelum tahun 2000, tempat ini merupakan pulau kosong. Saking lamanya tak terjamah manusia, tempat ini pun dipercaya jadi sarangnya makhluk halus.

Banyak yang mengaku diganggu penampakan makhluk gaib seperti sosok genderuwo atau sosok wanita cantik berwajah pucat yang tiba-tiba hilang saat didekati.

Nah itu 7 tempat wisata yang ternyata memiliki sejarah kemanusiaan yang kelam. Apakah kamu sudah mengetahuinya?

Bangunan Bersejarah di Indonesia yang Wajib Dikunjungi Bangunan Bersejarah di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

Bangunan Bersejarah di Indonesia yang Wajib Dikunjungi –  Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali kisah sejarah. Penting bagi kamu untuk mempelajari sejarah, khususnya generasi penerus bangsa. Tak lekang oleh waktu, jejak sejarah ini juga bisa kamu lihat dari banyaknya bangunan bersejarah di Indonesia.

Berikut ini beberapa contohnya yang bisa kamu kunjungi.

1. Candi Borobudur dengan 504 buah patung Buddhanya

Sejarah dan Kecantikan Candi Borobudur Indonesia | Airpaz Blog
Siapa yang tidak mengenal keajaiban dunia ini? Candi Borobudur terletak di Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Candi yang berhiaskan 504 patung Buddha ini ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra, candi ini termasuk candi terbesar sedunia yang memiliki 42 m dan ketinggiannya yang mencapai 10 tingkat.

2. Candi Prambanan dengan cerita sejarahnya, yaitu Roro Jonggrang

Candi Prambanan - Badan Otorita Borobudur
Pernah dengar cerita tentang Roro Jonggrang? Ya, Candi Prambanan ini memang diawali dengan legenda Roro Jonggrang.Bercorak Hindu, candi ini memiliki nama lain sebagai kompleks Seribu Candi. Menjulang setinggi 47 meter dengan ornamen candi yang sangat mengagumkan, candi ini terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah.

3. Lawang Sewu yang penuh dengan cerita mistis

Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Ikon Kota Semarang ini dulunya digunakan sebagai kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Pembangunan Lawang Sewu ini cukup lama, yaitu sekitar 3 tahun. Setelah kemerdekaan RI, bangunan ini digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI).Dalam bahasa Jawa, lawang itu berarti pintu, sedangkan sewu berarti seribu. Sehingga, lawang sewu berarti pintu seribu. Ya, bangunan ini memang memiliki pintu yang sangat banyak, namun tidak mencapai 1.000 pintu.Memiliki 3 lantai, Lawang Sewu memiliki arsitektur yang cukup unik dan terdapat patung wanita Belanda di lantai utama dekat tangga naik lantai dua.

4. Gedung Sate saat ini masih aktif digunakan sebagai pusat pemerintahan kota Bandung

Gedung Sate - Tribunnewswiki.com Mobile
Warga Bandung pasti sudah sangat mengenal bangunan ini. Terletak di tengah kota, Gedung Sate sekarang masih aktif sebagai pusat pemerintahan Kota Bandung.Gedung Sate memiliki ornamen yang unik dengan enam tusuk sate yang berada di atas menara sentral melambangkan bahwa bangunan ini menghabiskan enam gulden dalam pembangunannya lho. Kepopuleran Gedung Sate ini tidak hanya di Bandung, namun juga di Jawa Barat.

Sangat megah dan unik, bukan?

Baca Juga: Beberapa Bangunan Bersejarah Di Indonesia Yang Diakui Dunia

5. Taman Sari, dulu tempat ini dijadikan tempat wisata bagi keluarga kerajaan lho

Istana Air Taman Sari, Destinasi Wajib untuk Kalian yang Berlibur ke Jogja - Blog Hotel Bobobox Indonesia
Terletak di Yogyakarta dan merupakan bagian dari Keraton, Taman Sari ini dulunya digunakan sebagai tempat rekreasi bagi keluarga kerajaan. Bangunannya yang unik dan digunakan pula sebagai benteng pertahanan sejak zaman penjajahan menjadikannya sebagai cagar budaya.Terdapat kolam pemandian, danau dan pulau buatan, taman, serta jembatan gantung di Taman Sari yang bisa kamu kunjungi.

Selain 5 bangunan di atas, masih banyak lagi wisata bersejarah yang lainnya dan harus kamu datangi untuk mengenang sejarah Indonesia. Selain refreshing, kamu juga bisa menambah pengetahuan tentang sejarah Indonesia, kan?

5-Bangunan-Bersejarah-Indonesia-Ini-Memang-Sengaja-Dihancurkan 5-Bangunan-Bersejarah-Indonesia-Ini-Memang-Sengaja-Dihancurkan

bangunanbersejarahSebagai sebuah masa penjajahan yang terlama dalam sejarah Bangsa Indonesia, Belanda telah banyak melakukan pembangunan gedung-gedung untuk kepentingannya sendiri. Kini sisa-sisa peninggalaan gedung itu telah menjadi sejarah yang dapat dinikmati oleh siapapun, termasuk bagi para sejarahwan yang hendak melakukan penelitian di Indonesia.

Namun dari sekian banyak bangunan peninggalan Belanda, tak sedikit pula yang sebenarnya sudah rubuh dan hancur tak berbekas. Sangat disayangkan sebenarnya hilangnya bangunan bersejarah seperti ini bisa memutus mata rantai sejarah pada masa lalu. Nah, berikut akan kami sajikan ulasan mengenai bangunan sejarah yang telah hancur itu, baik karena kesengajaan atau karena bencana alam. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

1. Gedung Societeit Harmonie

Gedung_Soci_teit_de_Harmonie_di_Pasuruan_antara
Daerah Harmoni yang terkenal dengan halte transit busway-nya dulunya memiliki nilai historis yang tinggi. Munculnya nama ‘Harmoni’ tak lepas dari sejarah di tahun 1776 bahwa di tempat tersebut dulunya pernah berdiri gedung Societeit Harmonie. Gedung ini tepatnya terletak di ujung jalan Veteran dan Majapahit.
Gedung Societeit harmonir dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Reineir de Klerk kemudian dilanjutkan Daendels hingga Raffles dan secara resmi dibuka tahun 1868. Gedung ini menjadi tempat berkumpulnya para sosialita Belanda, yakni perempuan-perempuan Belanda yang suka berdandan sangat cantik dan mewah. Sayangnya nilai historis bangunan ini sudah hilang sejak tahun 1985 karena di tahun itu bangunan ini dirubuhkan untuk dibuat lapangan parkir Sekretariat Negara.

2. Taman Wihelmina

Taman-Whelmia
Taman Wihelmina dulunya disebut-sebut sebagai taman paling ‘wow’ di zamannya. Pada saat pembangunannya di abad ke-19, taman ini menjadi taman terluas dan yang paling indah di Asia. Sayangnya, semenjak kemerdekaan taman ini tidak terurus lagi dan akhirnya diputuskan untuk dirubuhkan guna membangun Masjid Istiqlal di bekas reruntuhan lokasinya.

Dulunya di taman ini terdapat Monumen Waterloo atay Atjeh Monument untuk mengenang para serdadu Belanda yang tewas selama Perang Aceh. Uniknya, taman yang dibangun Daendels ini terletak di dekat Kali Ciliwung yang saat itu masih bersih (tidak kotor seperti sekarang) sampai-sampai terdengar gemericik air yang menyegarkan kala berjalan-jalan di situ.

3. Hotel Des Indes

hotel des indes
Hotel Des Indes didirikan pada tahun 1856 dan pernah menjadi saksi sejarah di tanggal 7 Mei 1949 sebab di hotel ini terjadi penandatanganan Perjanjian Roem-Royen antara Indonesia dan Belanda. Perjanjian ini sangat penting karena menandakan dimulainya babak penghentian Agresi Militer Belanda di Yogyakarta dan menjadi gerbang menuju Konferensi Meja Bundar di mana Belanda mengakui kedaulatan Negara Indonesia.
Penamaan Hotel Des Indes disebut-sebut merupakan usulan dari Douwes Dekker. Hotel ini terkenal karena kemewahannya, bahkan Alfred Russel Wallace, salah satu ilmuwan evolusi dunia sebelum Charles Darwin, pernah menginap di hotel ini untuk penelitian di Indonesia. Sayangnya di tahun 1971 hotel bersejarah ini dirubuhkan untuk dibangun Kompleks Pertokoan Duta Merlin.

Baca Juga : Beberapa Bangunan Bersejarah Di Indonesia Yang Diakui Dunia

4. Gedung Kerapatan Deli
Kota Medan dulunya merupakan ibukota Kabupaten Deli Serdang sebelum dipindahkan ke Lubuk Pakam. Kantor Bupati Deli Serdang menempati Gedung Kerapatan yang berfungsi sebagai ruang kerja Sultan dan juga sebagai lembaga peradilan bagi orang-orang yang tidak tunduk kepada hokum Kolonial Belanda.

Gedung ini dibangun pada masa kekuasaan Sultan Ma’mun Al Rasyid Alamsyah pada tahun 1906. Gedung Balai Kerapatan terletak tepat di depan Istana Maimun yang sekarang berlokasi di Jalan Brigjen. Katamso. Namun karena kebijakan Walikota Medan, Abdillah, di tahun 2004 bangunan bersejarah ini justru dirubuhkan rata dengan tanah.

5. Gereja Kubah
Pada tahun 1736 di Kota Tua Batavia pernah berdiri sebuah gereja. Gereja itu bernama Gereja Kubah atau dalam Bahasa Belanda disebut sebagai Nieuwe Hollandsche. Gereja ini dibangun oleh Christoffer Moll yang sebenarnya tidak mempunyai keahlian di bidang arsitektur. Oleh karena itu saat terjadi gempa bumi 3 tahun kemudian gereja ini mengalami kerusakan yang parah.
Kerusakan gereja ini diperparah dengan bangkrutnya VOC. Untuk itu Daendels memerintahkan supaya bangunan gereja ini dibongkar dan tanahnya dijual untuk menambah kas kompeni pada tahun 1808. Akhirnya sekarang bangunan ini sudah tidak berbekas sama sekali. Namun, jika ingin melihat miniatur bangunan Gereja Kubah sudah ada di Museum Fatahillah.

Nah, itu tadi 5 bangunan bersejarah Bangsa Indonesia yang sengaja dihancurkan baik oleh pemiliknya maupun karena kebijakan pemerintah. Di zaman modern seperti ini memang kebutuhan manusia semakin meningkat. Namun tidak arif rasanya jika peninggalan-peninggalan bersejarah justru menjadi korban atas cepatnya laju modernisasi. Sadar atau tidak sadar, bangunan itu adalah hak bagi generasi penerus bangsa karena mereka lah yang akan mewarisi peninggalan itu sebagai suatu kebesaran sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Beberapa-Bangunan-Bersejarah-Di-Indonesia-Yang-Diakui-Dunia Beberapa-Bangunan-Bersejarah-Di-Indonesia-Yang-Diakui-Dunia

bangunanbersejarah –  Indonesia adalah negara yang sudah berdiri untuk waktu yang cukup lama. Dalam kurun waktu yang sangat panjang hingga negara ini didirikan, banyak sekali bangunan bersejarah dengan nilai historis yang tinggi serta arsitektur yang menawan. Lantas, tidak aneh jika bangunan-bangunan ini dikenal hingga ke mancanegara.

Berbagai unsur budaya, ras, serta agama melahirkan desain unik yang membuat bangunan-bangunan ini memilik desain yang beraga. Mulai dari Candi Borobudur hingga Gereja Katredal, bangunan-bangunan ini memiliki latar belakang tersendiri yang membuatnya menjadi terkenal seperti sekarang.

Langsung saja yuk disimak ulasan lebih lengkapnya!

Bangunan Bersejarah Terpopuler di Indonesia

1. Candi Borobudur

Lokasi-Candi-Borobudur

Ngomong-ngomong soal bangunan bersejarah, tentunya wajib sekali untuk memasukkan Candi Borobudur ke dalam daftar ini.

Candi yang merupakan peninggalan umat Budha ini dinobatkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Dibangun di era Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra pada tahun 825 SM, situs ini merupakan candi terbesar di dunia dengan tinggi 42 meter.

Arsitek dari candi ini, Gunadharma, memahat 2672 panel relief yang panjangnya mencapai 6 km.

2. Candi Prambanan

Candi_Prambanan

Selain Candi Borobudur, Candi Prambanan yang merupakan peninggalan dari Dinasti Sanjaya adalah situs yang tentunya harus masuk ke dalam daftar ini.

Dikenal dengan nama lain, yakni kompleks seribu candi, Prambanan memiliki candi utama dengan tinggi 47 meter, seolah ingin menandingi Candi Borobudur.

Pembangunan dari candi yang dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini merupakan lambang pemujaan untuk Dewa Siwa.

3. Lawang Sewu

lawang-sewu
Lawang Sewu merupakan bangunan bersejarah peninggalan dari era penjajahan Belanda yang sampai sekarang masih berdiri di Semarang.

Sempat digunakan sebagai Kantor Perusahaan Kereta Api Hindia Timur, sekarang bangunan ini berfungsi sebagai tempat wisata eksotik yang diminati oleh banyak wisatawan.

Meskipun namanya secara harfiah berarti seribu pintu, tidak serta-merta jumlah pintu dari bangunan yang didirikan pada tahun 1907 ini sesuai dengan namanya.

Baca Juga : 5 Bangunan Bersejarah di Bahrain

4. Kelenteng Sam Po Kong

Dahulu, Kelenteng Sam Po Kong dikenal sebagai Gedung Batu karena tampilannya yang terlihat seperti gua besar di sebuah bukit batu.

Gedung Batu atau Kedong Batu sendiri merupakan tumpukan batu alam untuk membendung Sungai Kaligarang di abad 15.

Sebagai bangunan bekas peninggalan dari Laksamana Cheng Ho, sekarang tempat ini lebih difungsikan sebagai tempat pemujaan dan peringatan di Semarang.

5. Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Yogyakarta yang sekarang berfungsi sebagai rumah sultan yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga sekarang.

Sebagian dari kompleks keraton ini digunakan untuk menyimpan bermacam-macam koleksi kesultanan.

Beberapa di antaranya seperti pemberian dari bangsawan Eropa hingga replika pusaka dan gamelan.

Dengan desain arsitektur yang mengagumkan, bangunan ini disebut sebagai salah satu istana khas Jawa dengan tampilan terbaik.

6. Pura Besaki

Pura yang berdiri megah di ketinggian 915 kaki di kaki Gunung Agung ini terlihat mengagumkan dengan gaya arsitektur khas Bali yang sangat distingtif.

Bangunan yang dibangun sejak abad ke-10 Masehi ini menjadi pusat kegiatan spiritual Hindu Dharma di Pulau Dewata.

Dengan segala fitur yang dimiliki Pura Besakih, tidak aneh jika situs ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya UNESCO sejak selamat dari erupsi Gunung Agung pada tahun 1963.

7. Gereja Katredal

Memiliki tinggi mencapai 60 m, Gereja Katredal terletak bersebalahan dengan Masjid Istiqlal.

Kehadiran gereja yang berdiri sejak tahun 1891 ini, menggantikan bangunan gereja yang runtuh di era Belanda.

Bangunan yang mengusung gaya arsitektur neo-gotik ini dibangun dengan dana sebesar 628 ribu gulden yang berasal dari jemaat pada kala itu.

Karena memilih material terbaik, bangunan yang diarsiteki oleh Pastor Antonius ini bisa berdiri kokoh hingga sekarang.

5-Bangunan-Yang-Sudah-Tua-dan-Bersejarah-di-Indonesia 5-Bangunan-Yang-Sudah-Tua-dan-Bersejarah-di-Indonesia

bangunanbersejarah – Selain kaya akan sumber daya alam, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki banyak sejarah, mulai dari sejarah budaya, kuliner, tempat, dan arsitektur bangunan.

Nah, berkaitan dengan bangunan bersejarah yang ada di Indonesia, berikut ini beberapa di antaranya:

1. Istana Maimun

Istana-Maimun

Ini adalah salah satu bangunan tua dan bersejarah yang ada di kota Medan, Sumatera Utara. Letaknya di kawasan Jalan Brigjend Katamso, Sukaraja dan dibangun sekitar tahun 1888. Bangunan Kerajaan Melayu ini merupakan warisan dari Sultan Deli Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah.

Bangunan bersejarah ini identik dengan warna kuning. Di bagian depan balairung istana, ada sebuah prasasti bertuliskan huruf Latin, berbahasa Belanda. Atap istana ini seperti gaya bangunan Persia.

2. Batavia Cafe

Batavia Cafe dibangun sejak tahun 1805. Awalnya, tempat ini dijadikan sebagai kantor administrasi pada masa pemerintahan VOC Belanda. Hingga sekarang, bangunan ini masih berdiri kokoh di kawasan Wisata Kota Tua Jakarta, tepatnya di depan Museum Fatahillah.

Baca Juga : Bangunan Bersejarah Di Inggris

3. Benteng Vredeburg

Benteng-Vredeburg

Bangunan tua bersejarah berikutnya ada di Yogyakarta yaitu Benteng Vredeburg yang berdiri dari zaman penjajahan Belanda. Lokasi benteng ini pun di kawasan titik nol kilometer Yogyakarta atau kawasan Malioboro. Konon katanya, tempat ini dulunya sebagai tempat untuk menyiksa para pejuang ketika zaman penjajahan Belanda.

4. Benteng Rotterdam

Benteng-Rottderdam

Namanya pasti sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Makassar. Ya, benteng tua ini terletak di Sulawesi Selatan, Makassar dan dibangun oleh warga lokal. Benteng ini sempat menjadi perebutan ketika Kerajaan Gowa-Tallo berperang. Kini, Benteng Rotterdam dikelola oleh pemerintah setempat dan dijadikan situs bersejarah untuk publik.

5. Lawang Sewu

Bangunan ini terletak di kawasan Simpang Lima, kota Semarang. Diberi nama Lawang Sewu yang artinya seribu pintu. Namun, bukan berarti ada 1.000 pintu di bangunan ini, melainkan karena dulu bangunan ini dikenal dengan jumlah pintunya yang banyak.

Sebelum menjadi salah satu gedung yang dilindungi oleh Pemerintah Kota Semarang, Lawang Sewu adalah kantor perusahaan kereta api Belanda, NV Nederlandsch Indische Spoorweg Mastshappij (NIS). Bangunan ini dirancang oleh arsitek Prof. Jacob K. Klinkhamer dan B.J.Oudang.

Bangunan Seram Menurut Citra Prima Bangunan Seram Menurut Citra Prima

bangunanbersejarah.com Bangunan seram menjadi bumbu cerita para traveler ketika bertualang. Menurut Citra Prima, parapsycholog sekaligus presenter ‘Masih Dunia Lain’, ada beberapa bangunan di Indonesia yang seram dan bikin penasaran. Indonesia adalah negara yang tepat untuk traveler pecinta wisata horor. Betapa tidak, Indonesia punya beberapa bangunan seram yang konon dihuni mahluk astral. Parapsycholog sekaligus presenter ‘Masih Dunia Lain’ Trans7, Citra Prima punya opini sendiri soal bangunan seram di Indonesia. Menurutnya, hampir semua bangunan yang didatangi program ‘Masih Dunia Lain’ adalah seram dan berhantu.

Ada beberapa bangunan seram di Indonesia yang suasana mistisnya membekas di pikiran Citra. Pertama adalah bekas Hotel Skygarden di kawasan Gombel, Semarang. Hotel 2 lantai itu terkenal di kalangan pejalan tahun 1980-an, namun akhirnya bangkrut dan terbengkalai. Tak sampai di situ, lampu syuting juga sempat pecah. Beberapa penampakan pun tertangkap kamera. Bersama kru ‘Masih Dunia Lain’, Citra Prima pernah menyambangi sebuah rumah yang konon bekas tempat tinggal dukun santet. Rumah tersebut berada di sebuah desa terpencil di Jember, Jawa Timur. Kisahnya, dukun tersebut memelihara banyak jin di rumahnya. Namun akhirnya si dukun meninggal secara tragis sekaligus misterius, kemudian dimakamkan di depan rumahnya. Kesan antik dan beraura mistis, justru menjadi nilai lebih dan daya kharisma banyak hotel legendaris di dunia yang menarik perhatian wisatawan. Di Indonesia juga ada yang semacam itu. Menurut Citra, Hotel Tugu di Malang punya aura semacam itu di The Sugar Baron Room. Ada lukisan hitam putih tersebut bergambar seorang wanita cantik berambut panjang sedang berdiri di depan cermin. Rambutnya terurai sampai lutut, dan tatapannya seakan hidup. Ini adalah lukisan Oei Hui Lan, putri pria terkaya di Asia Tenggara abad ke-19. Kata Citra, tak diketahui siapa yang melukisnya sampai sekarang.

Dalam arsitektur renaissance, denah bangunan sangat terikat pada dalil-dalil yang sistematik, seperti bentuk simetri, kejelasan dan teraturan bentuk. Teknik konstruksi yang rumit dihindari. Kubah arsitektur renaissance merupakan ciri khas yang menyolok, yang banyak diterapkan pada bangunan-bangunan gereja. Kubah ini merupakan bentuk baru yang dibangun di atas bangunan yang berbentuk silinder, yang menjadi bagian penting dengan hiasan-hiasan tiang, jendela-jendela, dan sebagainya. Gereja Santo Petrus dapat dikatakan sebagai karya arsitektur gereja hasil pandangan intelektualitas arsitek-arsitek renaissance, yang telah membuat pembagian denah dan pembagian detail-detail tampak bangunan yang teratur, sehingga keindahan arsitekturnya dapat dimengerti melalui pikiran yang tenang dan teratur. Kapel Sistina adalah bangunan batu persegi-empat yang tinggi. Bagian luarnya tidak dihiasi dengan hiasan-hiasan arsitektur atau dekoratif seperti yang biasanya ada di banyak gereja-gereja zaman Abad Pertengahan dan Renaissance di Italia. Bangunan ini tidak memiliki facade bagian luar ataupun pintu gerbang yang dapat digunakan untuk prosesi arak-arakan karena jalan masuk selalu lewat ruang-ruang dalam di lingkungan Istana Kepausan. Ruangan dalamnya dibagi menjadi tiga lantai dengan bagian paling bawahnya berukuran sangat luas dan ditopang oleh ruang bawah tanah berbentuk setengah lingkaran yang sangat kokoh, dilengkapi juga dengan beberapa jendela dan sebuah pintu untuk menuju ke halaman luar.

Bagian atasnya adalah ruangan utama, yakni Kapel itu sendiri, dengan ukuran dalamnya adalah panjang 40,9 meter (134 kaki) dan lebar 13,4 meter (44 kaki) sesuai dengan ukuran Kuil Solomon seperti yang ada di dalam Perjanjian Lama. Langit-langit yang melengkung berbentuk kubah memiliki ketinggian 20,7 meter (68 kaki) dari lantai. Bangunan ini memiliki enam jendela berbentuk melengkung di kedua sisinya dan dua jendela dengan bentuk yang sama di bagian depan dan belakangnya. Beberapa jendela ini telah ditutup, namun kapelnya masih dapat dimasuki. Di atas langit-langit yang melengkung terdapat lantai tiga bangunan dengan kamar-kamar untuk para penjaga. Di lantai ini dibangun jalan terbuka yang mengelilingi bangunan yang ditopang oleh sirip-sirip fondasi yang muncul menggantung dari tembok. Jalan terbuka ini telah dilindungi dengan atap karena kerap kali menjadi sumber masuknya air ke kubah kapel. Kerusakan dan keretakan di Kapel Maggiore memaksa kapel yang baru untuk membangun penopang yang sangat besar untuk menyokong dinding-dinding luar. Dibangunnya bangunan-bangunan lain di sekitarnya telah menyebabkan perubahan pada tampilan luar Kapel Sistina ini.

Baca Juga :Bangunan Megah Dan Bersejarah Turki

Desain interior gereja Vatikan memiliki interior yang sangat megah dan melambangkan keagungan Tuhan. Interior gereja vatikan berdesain elegan dan didominasi oleh warna putih. Didalam gereja tersebut, terdapat banyak patung-patung figure Alkitab. Sesuai dengan namanya, di dalam gereja Vatikan terdapat patung Santo Petrus dan juga kuburan santo Petrus. Dalam gereja ini terdapat berbagai hiasan-hiasan di atas kubah-kubah gereja. Kubah gereja tersebut terdapat fresco-fresco atau lukisan yang indah ciptaan beberapa pelukis terkenal seperti Michaelangelo yang terkenal sebagai seniman yang lahir di er renaissance. Karena gereja ini dibangun pada era renaissance maka, banyak patung dan lukisan-lukisan sebagai pemanis dari interior gereja tersebut. Seperti juga kebanyakan bangunan yang diukur secara internal, ukuran pastinya sulit untuk didapatkan, namun perbandingan umum dari ukuran kapel ini dapat diperkirakan dengan cukup akurat. Panjang bangunan ini adalah ukuran dasarnya, dibagi tiga untuk memperoleh ukuran lebar bangunan dan dibagi dua untuk memperoleh ukuran tinggi bangunan. Sehingga terciptalah rasio 6:2:3 untuk panjang, lebar dan tinggi bangunan. Dengan menggunakan rasio tersebut, terdapat enam jendela di tiap sisi bangunan dan dua jendela di bagian depan dan belakang bangunan. Selembar penyekat yang memisahkan kapel sebenarnya diletakkan tepat di tengah-tengah antara dinding altar dan pintu masuk, namun hal ini telah berubah. Ukuran perbandingan yang jelas merupakan ciri khas arsitektur Renaissance dan mencerminkan berkembangnya ketertarikan terhadap warisan klasik Romawi. Michelangelo antara tahun 1535-1541, setelah Jatuhnya Roma tahun 1527 oleh para tentara bayaran dari Kekaisaran Romawi Suci, yang secara efektif mengakhiri zaman Renaissance Romawi, tak lama sebelum Konsili Trento.

Bangunan Bersejarah Di Lawang Bangunan Bersejarah Di Lawang

bangunanbersejarah.com Beberapa waktu lalu Lawang terpilih menjadi salah satu destinasi wisata di Wonderful Indonesia dan menyelenggarakan Festival Lawang Kota Tua. Hal ini dikarenakan banyaknya bangunan bersejarah Lawang. Ada kurang lebih 300 bangunan tua peninggalan masa kolonial di kota Lawang. Sebagian besar masih dengan bentuk aslinya, sebagian lagi sudah dipugar. Teman traveler yang menyukai wisata heritage wajib datang berkunjung ke Lawang dan menjelajahi berbagai bangunan tua yang ada di sini. Berikut adalah beberapa bangunan bersejarah yang jadi ikon di kota Lawang. Gereja Jago terletak di Jalan Argopuro Nomor 24. Dari prasasti yang masih tertancap di gedung tersebut, terlihat bahwa gereja itu sudah dibangun sejak tahun 1918. Sebelum ada Gereja Jago ini, umat Katolik zaman Belanda harus beribadah ke Pasuruan atau ke Kayutangan. Gereja Jago memiliki nama asli Onbevlekt Ontvangene Moeder van God. Gereja ini dibangun dengan mengedepankan unsur etnik dan menggunakan atap yang tinggi, khas bangunan Eropa. Stasiun Lawang adalah stasiun kereta api peninggalan zaman Belanda. Berdiri pada tahun 1887, menjadikan stasiun ini bangunan tertua di kota Lawang. Bangunan stasiunnya sendiri masih bercorak khas Belanda.

Stasiun Lawang terletak di Jl. Stasiun Lawang merupakan stasiun tertinggi di Daerah Operasi (Daop) VIII Surabaya karena berada di ketinggian ±491 meter diatas permukaan laut (mdpl) dan merupakan stasiun kelas I. Lokasinya berada di depan kantor kecamatan Lawang yang berada di sisi jalan utama Malang-Surabaya. 3. Rumah Sakit Jiwa Dr. Rumah Sakit Jiwa Lawang dibuka secara resmi pada tanggal 23 Juni 1902 dengan nama Krankzinnigengestichte Lawang. Pengerjaan mendirikan rumah sakit ini dimulai tahun 1884 berdasarkan Surat Keputusan Kerajaan Belanda tertanggal 20 Desember 1865 No.100. Hal ini menjadikan RSJ Lawang sebagai Rumah Sakit tertua kedua di Indonesia. RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat ini terletak di Jl. Jend A Yani, Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Pada masa perang, RSJ ini pernah menjadi markas Tentara Belanda karena daerah tersebut adalah pintu masuknya serangan ke Malang. Sementara pada masa Jepang, fungsi RS ini tidak berjalan dengan baik karena banyak tenaga kerja yang merupakan warga Belanda ditangkap. Griya Bina adalah gedung pertemuan yang dibangun pemerintah kolonial Belanda. Terletak di Jalan Diponegoro Nomor 399, bangunan bersejarah Lawang ini masih berdiri kokoh hingga sekarang. Griya Bina saat ini banyak difungsikan sebagai tempat pernikahan. Itu dia empat rekomendasi bangunan bersejarah Lawang dari travelingyuk buat teman traveler. Jangan lupa untuk berkunjung ke Lawang ya!

Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri, lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan, kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan. 2,5 mm pula. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan, menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton, meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali, (2) kondisi mesin, dan (3) operator yang bekerja. 2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno, Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil, sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban, dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck, baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya. Articulated Dump Truck, disingkat ADT, digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur.

Mesin ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade, dimana kegunaanya hampir sama dengan dozer. Track Type Loader digunakan untuk memuat material, sama halnya dengan wheel loader, hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil. Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser, Grader dan sejenisnya. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan, untuk menggusur bongkaran, menggusur tonggaktonggak kayu kecil, menggali pondasi basement dan lain-lain. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek, bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser, sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. 2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut, hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri, sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan, lebihlebih jika digunakan Wheel Loader. Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT. Pada wheel loader kecil dan menengah, bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier, Forklift dan sebagainya. Track Type Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material, meratakan atau menyebarkan material, mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. Penggunaan Telehandler tergantung dari attachment yang dipasangkan pada mesin tersebut. Misalnya bisa digunakan sebagai forklift dengan daya jangkau yang lebih jauh.

Baca Juga :Bangunan Bersejarah Dan Angker Di Dunia

Selain itu juga memiliki menara pengawas di keempat sudutnya dan tempat yang memungkinkan tentara Belanda agar bisa berjalan berkeliling sambil berjaga dan melepaskan tembakan jika kondisi tidak aman. Kini Benteng Vredeburg dialihkan menjadi museum. Istana Maimun adalah istana Kesultanan Deli yang menjadi salah satu ikon kota Medan, Sumatera Utara. Memadukan unsur Islam, India, Melayu dan Spanyol. Dirancang oleh arsitek Italia dan didirikan oleh Sultan Deli yang bernama Sultan Mahmud Al Rasyid. Luasnya sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan. Istana Maimun terdiri dari dua lantai dan memiliki tiga bagian bangunan yaitu bangunan induk, bangunan sayap kanan dan bangunan sayap kiri. Istana Maimun ini menghadap ke arah utara. Di sisi depan ada Masjid Raya Medan. Taman Sari ini dulunya adalah tempat rekreasi untuk para keluarga kerajaan. Selain jadi tempat rekreasi, tempat ini juga digunakan untuk benteng pertahanan yang sudah berdiri sejak zaman penjajahan. Istana Air Taman Sari ini didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Taman Sari sekarang telah menjadi salah satu tempat wisata sekaligus cagar budaya yang telah dilestarikan, dijaga dan dirawat sampai saat ini. Jika anda berkunjung ke tempat ini, anda akan menemukan kolam pemandian, danau dan pulau buatan, jembatan gantung dan taman.