Bangunan Bersejarah Di Lawang

Bangunan Bersejarah Di Lawang

bangunanbersejarah.com Beberapa waktu lalu Lawang terpilih menjadi salah satu destinasi wisata di Wonderful Indonesia dan menyelenggarakan Festival Lawang Kota Tua. Hal ini dikarenakan banyaknya bangunan bersejarah Lawang. Ada kurang lebih 300 bangunan tua peninggalan masa kolonial di kota Lawang. Sebagian besar masih dengan bentuk aslinya, sebagian lagi sudah dipugar. Teman traveler yang menyukai wisata heritage wajib datang berkunjung ke Lawang dan menjelajahi berbagai bangunan tua yang ada di sini. Berikut adalah beberapa bangunan bersejarah yang jadi ikon di kota Lawang. Gereja Jago terletak di Jalan Argopuro Nomor 24. Dari prasasti yang masih tertancap di gedung tersebut, terlihat bahwa gereja itu sudah dibangun sejak tahun 1918. Sebelum ada Gereja Jago ini, umat Katolik zaman Belanda harus beribadah ke Pasuruan atau ke Kayutangan. Gereja Jago memiliki nama asli Onbevlekt Ontvangene Moeder van God. Gereja ini dibangun dengan mengedepankan unsur etnik dan menggunakan atap yang tinggi, khas bangunan Eropa. Stasiun Lawang adalah stasiun kereta api peninggalan zaman Belanda. Berdiri pada tahun 1887, menjadikan stasiun ini bangunan tertua di kota Lawang. Bangunan stasiunnya sendiri masih bercorak khas Belanda.

Stasiun Lawang terletak di Jl. Stasiun Lawang merupakan stasiun tertinggi di Daerah Operasi (Daop) VIII Surabaya karena berada di ketinggian ±491 meter diatas permukaan laut (mdpl) dan merupakan stasiun kelas I. Lokasinya berada di depan kantor kecamatan Lawang yang berada di sisi jalan utama Malang-Surabaya. 3. Rumah Sakit Jiwa Dr. Rumah Sakit Jiwa Lawang dibuka secara resmi pada tanggal 23 Juni 1902 dengan nama Krankzinnigengestichte Lawang. Pengerjaan mendirikan rumah sakit ini dimulai tahun 1884 berdasarkan Surat Keputusan Kerajaan Belanda tertanggal 20 Desember 1865 No.100. Hal ini menjadikan RSJ Lawang sebagai Rumah Sakit tertua kedua di Indonesia. RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat ini terletak di Jl. Jend A Yani, Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Pada masa perang, RSJ ini pernah menjadi markas Tentara Belanda karena daerah tersebut adalah pintu masuknya serangan ke Malang. Sementara pada masa Jepang, fungsi RS ini tidak berjalan dengan baik karena banyak tenaga kerja yang merupakan warga Belanda ditangkap. Griya Bina adalah gedung pertemuan yang dibangun pemerintah kolonial Belanda. Terletak di Jalan Diponegoro Nomor 399, bangunan bersejarah Lawang ini masih berdiri kokoh hingga sekarang. Griya Bina saat ini banyak difungsikan sebagai tempat pernikahan. Itu dia empat rekomendasi bangunan bersejarah Lawang dari travelingyuk buat teman traveler. Jangan lupa untuk berkunjung ke Lawang ya!

Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri, lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan, kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan. 2,5 mm pula. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan, menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton, meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali, (2) kondisi mesin, dan (3) operator yang bekerja. 2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno, Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil, sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban, dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck, baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya. Articulated Dump Truck, disingkat ADT, digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur.

Mesin ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade, dimana kegunaanya hampir sama dengan dozer. Track Type Loader digunakan untuk memuat material, sama halnya dengan wheel loader, hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil. Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser, Grader dan sejenisnya. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan, untuk menggusur bongkaran, menggusur tonggaktonggak kayu kecil, menggali pondasi basement dan lain-lain. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek, bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser, sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. 2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut, hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri, sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan, lebihlebih jika digunakan Wheel Loader. Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT. Pada wheel loader kecil dan menengah, bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier, Forklift dan sebagainya. Track Type Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material, meratakan atau menyebarkan material, mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. Penggunaan Telehandler tergantung dari attachment yang dipasangkan pada mesin tersebut. Misalnya bisa digunakan sebagai forklift dengan daya jangkau yang lebih jauh.

Baca Juga :Bangunan Bersejarah Dan Angker Di Dunia

Selain itu juga memiliki menara pengawas di keempat sudutnya dan tempat yang memungkinkan tentara Belanda agar bisa berjalan berkeliling sambil berjaga dan melepaskan tembakan jika kondisi tidak aman. Kini Benteng Vredeburg dialihkan menjadi museum. Istana Maimun adalah istana Kesultanan Deli yang menjadi salah satu ikon kota Medan, Sumatera Utara. Memadukan unsur Islam, India, Melayu dan Spanyol. Dirancang oleh arsitek Italia dan didirikan oleh Sultan Deli yang bernama Sultan Mahmud Al Rasyid. Luasnya sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan. Istana Maimun terdiri dari dua lantai dan memiliki tiga bagian bangunan yaitu bangunan induk, bangunan sayap kanan dan bangunan sayap kiri. Istana Maimun ini menghadap ke arah utara. Di sisi depan ada Masjid Raya Medan. Taman Sari ini dulunya adalah tempat rekreasi untuk para keluarga kerajaan. Selain jadi tempat rekreasi, tempat ini juga digunakan untuk benteng pertahanan yang sudah berdiri sejak zaman penjajahan. Istana Air Taman Sari ini didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Taman Sari sekarang telah menjadi salah satu tempat wisata sekaligus cagar budaya yang telah dilestarikan, dijaga dan dirawat sampai saat ini. Jika anda berkunjung ke tempat ini, anda akan menemukan kolam pemandian, danau dan pulau buatan, jembatan gantung dan taman.